Hot
    Responsive Ads
    Home Headline UMKM

    Grab Bawa UMKM Kopi Lokal ke Panggung Global di WEF Davos 2026

    "Grab Indonesia membawa UMKM kopi asal Medan ke WEF Davos 2026 sebagai bukti transformasi digital UMKM dan ekonomi inklusif Indonesia."

    2 min read

    -
    Grab Bawa UMKM Kopi Lokal ke Panggung Global di WEF Davos 2026

    HARIANEXPRESS, JAKARTA — Grab Indonesia membawa kisah transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia ke panggung global melalui partisipasinya dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

    Dalam forum ekonomi dunia tersebut, Grab menghadirkan Coffeenatics, UMKM kopi asal Medan, sebagai representasi pelaku usaha lokal Indonesia. Coffeenatics menampilkan cita rasa kopi nusantara di Paviliun Indonesia sekaligus menjadi contoh bagaimana digitalisasi membuka peluang ekonomi baru bagi jutaan pelaku ekonomi informal.

    Kehadiran Coffeenatics di Davos mencerminkan potensi UMKM Indonesia untuk bertransformasi, naik kelas, dan terlibat dalam percakapan global mengenai pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tema besar WEF 2026 yang menyoroti transformasi digital dan daya saing global.

    Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam WEF, seiring dengan upaya Grab membantu Indonesia mempercepat transformasi ekonomi digital.

    “Kami membantu akses digitalisasi bagi Mitra Merchant dan Mitra Pengemudi. Artinya, kami mengedukasi masyarakat agar melek digital dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan mereka,” ujar Neneng dalam rangkaian kegiatan WEF Davos 2026, Rabu (28/1/2026).

    Menurut Neneng, peran Grab tidak hanya sebatas menyediakan platform, tetapi juga membangun ekosistem digital yang memungkinkan UMKM serta mitra dalam ekosistem Grab berkembang secara berkelanjutan.

    Ia menekankan bahwa ekonomi informal memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, bahkan mencapai lebih dari 55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, digitalisasi sektor ini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

    “Dampak terbesar yang saya lihat adalah bagaimana Grab memberikan kesempatan kepada jutaan orang di Indonesia untuk mendapatkan penghasilan, baik sebagai Mitra Pengemudi maupun sebagai Mitra Merchant,” kata Neneng.

    Upaya tersebut dinilai relevan dengan tema WEF 2026, salah satunya Digital Transformation Reshaping Global Competitiveness, yang menempatkan teknologi digital sebagai faktor utama daya saing suatu negara.

    Dalam forum global itu, Grab Indonesia juga membawa optimisme terhadap posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital dunia. Neneng menilai Indonesia memiliki potensi besar berkat meningkatnya jumlah masyarakat melek digital serta pesatnya pertumbuhan startup.

    “Indonesia punya peluang yang sangat besar. Startup-nya juga banyak, bahkan termasuk yang terbanyak di Asia Tenggara,” ujarnya.

    Meski demikian, Neneng mengakui transformasi digital Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek literasi digital dan literasi keuangan.

    “Perjalanannya masih panjang, tetapi yang terpenting sudah dimulai dan peluangnya sangat besar,” tambahnya.

    Keikutsertaan Grab Indonesia di WEF Davos 2026 yang menampilkan Coffeenatics dinilai merepresentasikan bagaimana UMKM lokal mampu berkembang, menjangkau pasar internasional, serta tetap berakar pada prinsip keberlanjutan.

    “Produk Indonesia itu sangat bagus dan mendunia. Coffeenatics sudah mengekspor kopi Indonesia ke luar negeri, dan responsnya sangat positif,” ujar Neneng.

    Dalam forum tersebut, Neneng Goenadi juga tampil sebagai pembicara dalam diskusi panel yang diinisiasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bertajuk Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative and Competitive Economy.

    Panel ini membahas peran teknologi, infrastruktur, dan kemitraan lintas sektor dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.

    Ke depan, melalui program Grab untuk Indonesia, Grab menyiapkan berbagai inisiatif untuk memperkuat ekosistem digital, mulai dari perlindungan sosial, apresiasi berbasis kinerja, hingga pengembangan kapasitas melalui GrabAcademy.

    “Kami ingin para Mitra bisa naik level, dari Mitra Pengemudi menjadi Merchant, atau mendapatkan beasiswa sesuai minat dan potensi mereka,” kata Neneng.

    Partisipasi Grab di WEF 2026 diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi digital yang besar, sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat akar rumput.

    Komentar
    Additional JS