Hot
    Responsive Ads
    Home Headline UMKM

    Klinik UMKM Minang Bangkit Resmi Diluncurkan, Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumbar

    "Pemerintah pusat dan Pemprov Sumbar resmikan Klinik UMKM Minang Bangkit untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana."

    2 min read

    -
    Klinik UMKM Minang Bangkit Resmi Diluncurkan, Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumbar

    HarianExspress-Padang (Diskominfo) — Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit pada Jum'at (23/01/2026).

    Klinik UMKM Minang Bangkit diresmikan oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza, didampingi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, beserta para tamu undangan lainnya di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat. Dari Pemerintah Kabupaten Solok hadir mewakili Bupati, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I.

    Wamen UMKM RI Helvi Moraza mengatakan Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan program strategis yang dirancang oleh Kementerian UMKM RI untuk mempercepat pemulihan UMKM di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

    “Program Klinik UMKM Minang Bangkit ini kita inisiasi guna mempercepat pemulihan UMKM pascabencana yang melanda Sumbar. Dengan pendekatan terpadu, pemerintah menargetkan UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas. Fase pemulihan saat ini merupakan fase paling krusial untuk membangkitkan kembali UMKM sebagai penopang utama ekonomi masyarakat,” ujar Helvi Moraza.

    Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumbar yang saat ini masih berada dalam fase pemulihan pascabencana.

    “Kami sangat optimis Klinik UMKM Minang Bangkit mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Insyaallah program ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

    Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan UMKM kembali bangkit dan mampu meningkatkan daya saing. Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan tidak hanya menjadi wadah konsultasi usaha, tetapi juga pusat kebangkitan ekonomi rakyat.

    “Mari kita hidupkan kembali usaha kita, bangkitkan ekonomi nagari, dan buktikan bahwa masyarakat Minangkabau selalu mampu melewati setiap tantangan. Klinik UMKM Minang Bangkit ini harus menjadi wadah bagi UMKM untuk bangkit kembali, lebih kuat, lebih siap, dan lebih berdaya saing,” tegasnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Siti Azizah, menyampaikan bahwa jumlah UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 4.876 unit yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

    Ia menjelaskan Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra.

    “Kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam pemulihan pascabencana,” jelas Siti Azizah.

    Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kementerian UMKM terus melakukan pemetaan UMKM terdampak bencana secara bertahap. Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat, perbankan, dan lembaga terkait agar program bantuan dan pemulihan benar-benar tepat sasaran.

    Selain pembiayaan, pelaku UMKM juga akan memperoleh pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, serta peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.

    Untuk mendukung layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, mulai dari perbankan, lembaga keuangan nonbank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

    Program ini juga menjadi bagian dari inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera sebagai dasar penyusunan kebijakan pemulihan usaha sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan bahwa sejumlah nagari di Kabupaten Solok mengalami dampak bencana cukup parah, di antaranya Nagari Paninggahan, Muaro Pingai, Saniangbaka, Koto Baru, dan Salayo.

    “Dengan adanya program Klinik UMKM Minang Bangkit, kami optimis UMKM di Kabupaten Solok yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan. Kami juga meminta OPD terkait untuk intens berkoordinasi dengan Dinas UMKM Provinsi Sumatera Barat agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sesuai arahan Wakil Menteri UMKM, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pemulihan UMKM terdampak bencana dapat terealisasi dalam tahun ini.

    Komentar
    Additional JS