Thursday, 08 October 2026
Hot

Pemprov Jatim Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Business Matching

Dinas Koperasi dan UKM Jatim menggelar business matching di Surabaya untuk mempertemukan 50 pelaku UMKM dengan calon mitra usaha dan jaringan ritel.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Dinas Koperasi dan UKM Jatim Buka Akses Pasar UMKM melalui Business Matching, Selasa (6/10/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memperluas akses pasar melalui Business Matching Inkubasi Bisnis Produk Makanan dan Minuman serta Craft/Kerajinan.

Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Jatim tersebut mempertemukan 50 pelaku UMKM dengan calon mitra usaha dan jaringan ritel selama dua hari pada 5 hingga 6 Oktober 2026 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Article ad in the middle of article

Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur seperti Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, Lamongan, dan Pasuruan. Mereka mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk sekaligus memahami kebutuhan pasar dari sejumlah calon mitra.

Sekretaris Diskop UKM Jatim sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha, Arina Nur Fauziyah, mengatakan akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi perlu diikuti kemampuan memasarkan usaha secara berkelanjutan.

“Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas UMKM kita, kita melakukan business matching agar UKM dapat memasarkan produk,” ujar Arina Nur Fauziyah.

Arina berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada forum bisnis, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama yang membuka peluang pemasaran baru. Menurutnya, Business Matching menjadi bagian dari upaya pemberdayaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Salah satu calon mitra, Perwakilan Bagian Purchasing Mirota Batik dan Handicraft Surabaya, Hayna Honoury, mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan sekitar 200 UMKM, termasuk pelaku usaha dari Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan gambaran mengenai karakter dan kebutuhan pasar berdasarkan pengalaman di lapangan.

“Karakter pembeli di dalam bentuk grup ini mereka berpikirnya cepat karena dibatasi waktu. Ketika melihat sesuatu yang menarik, umumnya mereka tidak berpikir panjang. Kuncinya ada di kemasan yang menarik,” jelas Hayna Honoury.

Karena itu, Hayna menekankan pentingnya kemasan sebagai salah satu bagian dari strategi pemasaran. Selain tampilan, pelaku usaha juga perlu memastikan informasi produk tercantum dengan tepat.

“Saya hanya memberikan informasi bahwa ternyata di tempat kami packaging yang diminati itu seperti ini berdasarkan kondisi di lapangan. Saya berharap informasi ini bisa menjadi bekal agar produk Bapak dan Ibu bukan hanya tertuju untuk Mirota,” ungkap Hayna Honoury.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai mekanisme kerja sama dengan jaringan pasar, termasuk sistem pembagian keuntungan, pengiriman produk, pembayaran, serta komunikasi antara pemasok dan mitra. Hayna mengatakan kerja sama dengan pelaku UMKM diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Intinya, saling menguntungkan, win-win solution, meningkatkan ketahanan ekonomi, produktivitas, efisiensi penjualan, dan kerja sama yang efektif,” ujar Hayna Honoury.

“Saya berharap produk Bapak dan Ibu juga bisa menyebar di Kota Surabaya, di beberapa toko,” harap Hayna Honoury.

Selain Hayna, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari jaringan pasar dan ritel yaitu Robby Prasetyo dari KS Mart Blitar, Wahyu Fitria Jayanti dari The Java Supermarket Oleh-Oleh Malang, serta April Wahyu Widati dari Samudera Supermarket Surabaya.

Sumber:
  • https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/dinas-koperasi-dan-ukm-jatim-buka-akses-pasar-umkm-melalui-business-matching
Article ad after last paragraph