Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, YOGYAKARTA – Perum Bulog menyalurkan fasilitas modal usaha pendirian Rumah Pangan Kita baru untuk 30 pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kota Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Bulog Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Para penerima manfaat program ini adalah pelaku UMKM yang merupakan penyandang disabilitas atau difabel.
Setiap pengelola UMKM dan RPK baru tersebut memperoleh uang modal kerja sebesar Rp5 juta. Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui kemitraan dengan BUMN pangan untuk memasarkan berbagai komoditas Bulog.
“Ini merupakan kegiatan Bulog Peduli TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), berupa penyerahan uang modal kerja buat teman-teman pengelola UMKM dan RPK baru,” ujar Andi Afdal, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Yogyakarta.
Pelaksanaan program ini melibatkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sinergi tersebut bertujuan memperkuat sektor UMKM serta memperluas dampak sosial bagi masyarakat luas.
“Jadi ada 30 RPK baru, dan karakteristik mereka penerima adalah penyandang disabilitas atau difabel, masing masing dari mereka mendapatkan uang modal untuk kerja sebesar Rp5 juta untuk usaha,” ujar Andi Afdal.
Kehadiran RPK yang dikelola UMKM disabilitas diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di Yogyakarta. Wilayah ini memiliki tingkat konsumsi pangan yang sangat tinggi karena menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah.
“Harapan kita tentu saja ini bermanfaat secara sosial. Jadi yang kita harap memang sosial ‘impact’ dari kegiatan-kegiatan seperti ini, dan bukan hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan,” ujar Andi Afdal.
Bulog memastikan para penerima modal tidak dilepas begitu saja setelah menerima bantuan keuangan. Pendampingan dilakukan secara berkala bersama Pemkot Yogyakarta untuk memberikan akses informasi dan kebutuhan usaha lainnya.
“Kita sadar bahwa Yogyakarta ini salah satu tempat di mana konsumsi pangan luar biasa, karena menjadi tempat yang menampung wisatawan-wisatawan dari Indonesia,” ujar Andi Afdal.
“Kita juga membantu memberikan apa yang mereka butuhkan. Jadi setelah kita beri modal, tidak kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari Bulog bersama Pemkot tentu memberikan akses informasi maupun hal lain penting yang dibutuhkan supaya mereka bisa terus bertahan,” ujar Andi Afdal.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi proyek percontohan yang berhasil di Yogyakarta. Program tersebut nantinya bisa diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia agar kelompok difabel semakin berdaya secara ekonomi.
“Harapannya bisa menjadi contoh yang bagus, dan tentu di daerah-daerah lain, teman-teman kita para penyandang disabilitas itu bisa sangat berdaya untuk membantu perekonomian di masyarakat,” ujar Andi Afdal.
Sumber:
- http://input-manual











