Thursday, 08 October 2026
Hot

Pemulihan UMKM Pascabencana Wajib Dongkrak Omzet

KemenUMKM menyatakan pemulihan UMKM pascabencana tidak cukup dari bantuan saja, melainkan harus mendongkrak omzet pelaku usaha.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan bahwa pemulihan UMKM pascabencana tidak cukup diukur dari jumlah bantuan dan pelatihan semata, Senin (5/10/2026).

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyatakan bahwa keberhasilan pemulihan harus terlihat nyata dari berjalannya kembali produksi hingga peningkatan omzet pelaku usaha. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Helvi saat bertemu dengan para wirausaha terdampak bencana di Padang, Sumatera Barat, pada hari Jumat, 2 Oktober 2026.

Helvi menjelaskan bahwa pelaku usaha menghadapi berbagai persoalan pelik setelah kejadian bencana. Tantangan tersebut mencakup kerusakan alat produksi, hilangnya persediaan, hingga keharusan membangun kembali pasar dan menjaga ekonomi keluarga.

Article ad in the middle of article

Pemerintah lantas memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Program tersebut mencakup penguatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, pemasaran, hingga akses pembiayaan agar daya saing mereka meningkat.

“Pemulihan usaha terdampak bencana tidak cukup diukur dari jumlah bantuan atau pelatihan, tetapi harus terlihat dari kembali berjalannya produksi hingga peningkatan omzet pelaku usaha,” ujar Helvi Moraza.

Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan Presiden kepada sekitar 38 ribu UMKM di Sumatera Barat. Total alokasi anggaran untuk bantuan tersebut mencapai sekitar Rp115 miliar.

Bantuan tersebut dirancang bukan hanya sebagai dukungan jangka pendek, melainkan bagian dari pemberdayaan agar pelaku usaha kembali produktif. Kementerian UMKM juga mengadakan program peningkatan kapasitas untuk 1.475 pengusaha dan wirausaha di tiga regional.

Khusus untuk Regional II, kegiatan peningkatan kapasitas dipusatkan di Kota Padang dengan melibatkan 752 peserta. Kementerian UMKM turut mengaktifkan Klinik UMKM Minang Bangkit sejak bulan Januari 2026.

Klinik tersebut menyediakan tiga tahapan pendampingan bagi pelaku usaha terdampak bencana. Ketiga tahapan itu meliputi pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh.

Sumber:
  • https://www.viva.co.id/bisnis/1932821-kemenumkm-pemulihan-umkm-pascabencana-tak-cukup-dari-bantuan-harus-dongkrak-omzet
Article ad after last paragraph