Thursday, 08 October 2026
Hot

WJNC Malioboro Dorong Ekonomi dan UMKM Yogyakarta

Event Wayang Jogja Night Carnival di Malioboro pada 5-7 Oktober 2026 berdampak langsung pada perekonomian dan UMKM di Kota Yogyakarta.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di kawasan Malioboro Yogyakarta pada 5-7 Oktober 2026 memberikan dampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat, Rabu (7/10/2026).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati menyampaikan bahwa acara tersebut tidak sekadar menjadi tontonan wisata. Aktivitas belanja wisatawan selama acara berlangsung turut menggerakkan perekonomian serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Senin (5/10) melalui penampilan band komunitas di Malioboro. Agenda dilanjutkan dengan pawai komunitas pada 6 Oktober serta Pawai Budaya Nuswantoro pada Rabu (7/10) yang melibatkan tujuh pemerintah daerah.

Article ad in the middle of article

“Wisatawan pada belanja sehingga perekonomian bisa bergerak dan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta melalui pariwisata bisa diwujudkan bersama-sama,” ujar Lucia Daning Krisnawati.

Keterlibatan komunitas dalam Pawai Ekosistem Malioboro dinilai mampu memperpanjang durasi tinggal pengunjung. Hal tersebut juga mendongkrak pengeluaran wisatawan melalui sektor usaha mikro kecil dan menengah.

“Length of stay (durasi tinggal)-nya dapat, pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dapat, spending money (belanja)-nya juga dapat,” ujar Lucia Daning Krisnawati.

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta tersebut dijadwalkan ditutup dengan pementasan WJNC di kawasan Titik Nol Kilometer. Penutupan ini akan menampilkan potensi seni budaya dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan bahwa pelibatan berbagai komunitas sejalan dengan pengusungan tema Otentik Konkret. Tema tersebut mengajak publik mengangkat kearifan lokal daerah.

“Kita ingin mengangkat hal-hal yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan, kota pelajar, dan tentu banyak kearifan yang otentik di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto Wardoyo.

Ia menambahkan bahwa nilai keotentikan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang mendatangkan manfaat bagi warga. Pemanfaatan tersebut menjadi tolok ukur kesuksesan langkah konkret di tengah masyarakat.

“Kita ingin menerjemahkan bagaimana hal-hal yang otentik itu kemudian bisa diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret yang bisa dinikmati oleh warga masyarakat,” ujar Hasto Wardoyo.

Sumber:
  • https://www.antaranews.com/berita/5775097/event-wjnc-di-malioboro-yogyakarta-gerakkan-perekonomian-masyarakat
Article ad after last paragraph