Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Aisyiyah Kayu Putih Perkuat UMKM dan Pemasaran Digital

Article ad before first paragraph

Alma Mandjusri Penulis | Muklis Editor

UMKM HARIAN EXPRESS – Aisyiyah Kayu Putih bersama Universitas Al Azhar Indonesia memperkuat UMKM perempuan melalui pemetaan usaha, pemasaran, dan pemanfaatan media mulai 8 Juli hingga 28 Agustus 2026.

Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah Ranting Kayu Putih mendapat penguatan kapasitas ekonomi melalui program pemberdayaan berbasis komunitas yang berfokus pada pembentukan UMKM, pengembangan model bisnis, penguatan identitas produk, komunikasi pemasaran, serta pemanfaatan media digital.

Program tersebut disusun oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia bersama Majelis Ekonomi Aisyiyah dengan pendekatan partisipatif berdasarkan potensi dan kebutuhan anggota. Rangkaian Pengabdian masyarakat berlangsung dalam beberapa batch mulai tanggal 8 Juli hingga 28 Agustus 2026

Article ad in the middle of article

Program ini diarahkan untuk membantu anggota Aisyiyah mengembangkan keterampilan usaha yang sebenarnya telah dimiliki sebagian anggota sekaligus membuka peluang bagi anggota lain yang berminat memulai kegiatan ekonomi produktif.

Penguatan ekonomi tersebut juga diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan organisasi agar kegiatan pendidikan dan sosial Aisyiyah dapat berjalan secara lebih berkelanjutan.

Selama ini, Aisyiyah Ranting Kayu Putih aktif menjalankan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, kaderisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Organisasi tersebut memiliki struktur kelembagaan yang terorganisasi, kepengurusan aktif, serta budaya gotong royong yang telah berkembang dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Anggota Aisyiyah Ranting Kayu Putih berasal dari latar belakang profesi yang beragam. Di antaranya terdapat kepala sekolah Taman Kanak-kanak (TK), guru TK, ibu rumah tangga, hingga pensiunan yang tetap aktif dalam kepengurusan organisasi.

aisyiyah-kayu-putih-naik-kelas-umkm-pemasaran-digital

Dalam menjalankan kegiatannya, Aisyiyah memiliki sejumlah majelis yang menangani bidang berbeda. Majelis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengelola amal usaha PAUD dan TK. Sementara itu, Majelis Kesejahteraan Masyarakat menjalankan pembinaan terhadap anak yatim dan dhuafa.

Selain itu, organisasi tersebut memiliki Majelis Tabligh, Majelis Kesehatan, Majelis Kader, dan Majelis Ekonomi. Majelis Ekonomi menjadi mitra utama dalam program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi anggota tersebut.

Potensi Ekonomi Anggota Aisyiyah Mulai Dipetakan

Pengalaman organisasi yang dimiliki Aisyiyah menjadi salah satu modal dalam pengembangan program ekonomi berbasis komunitas. Selain memiliki struktur organisasi, para anggota juga mempunyai jaringan sosial serta semangat kebersamaan yang dapat mendukung pengembangan kegiatan usaha.

Majelis Ekonomi sebelumnya telah menjalankan kegiatan simpan pinjam tanpa bunga bagi pedagang pasar. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat agar tidak bergantung pada praktik pinjaman dengan bunga tinggi.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa Aisyiyah Ranting Kayu Putih telah menjalankan kegiatan pemberdayaan ekonomi. Namun, aktivitas yang ada masih berfokus pada layanan keuangan sosial dan belum berkembang menjadi sistem usaha produktif yang dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi organisasi maupun anggotanya.

Karena itu, pengembangan usaha produktif menjadi salah satu kebutuhan yang muncul berdasarkan identifikasi bersama antara tim pengabdian masyarakat dan mitra.

Hasil observasi lapangan dan diskusi dengan pengurus menunjukkan bahwa sebagian anggota Aisyiyah sebenarnya sudah mempunyai keterampilan memproduksi berbagai makanan ringan dan produk rumahan.

Di sisi lain, terdapat pula anggota yang mempunyai minat untuk memulai usaha, tetapi belum mendapatkan pengetahuan dan pendampingan yang memadai untuk mengembangkan kegiatan tersebut menjadi usaha yang lebih terstruktur.

Potensi itu belum berkembang optimal karena beberapa aspek dasar pengelolaan usaha masih perlu diperkuat. Di antaranya belum tersedia wadah usaha yang terorganisasi dan belum terbentuk identitas usaha bersama.

Selain itu, pemetaan terhadap potensi masing-masing anggota juga belum dilakukan secara menyeluruh. Kemampuan dalam merancang model bisnis dan membangun komunikasi pemasaran juga masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penyusunan program penguatan UMKM komunitas.

Pemasaran Masih Mengandalkan Jaringan Pertemanan

Salah satu tantangan yang ditemukan dalam pengembangan usaha anggota adalah aspek pemasaran. Sebagian besar kegiatan pemasaran produk masih mengandalkan jaringan pertemanan dan promosi dari mulut ke mulut.

aisyiyah-kayu-putih-perkuat-umkm-pemasaran-digital

Pola tersebut membuat jangkauan pemasaran produk relatif terbatas dibandingkan apabila pelaku usaha memanfaatkan saluran komunikasi pemasaran yang lebih luas.

Hasil pemetaan awal program kemudian menunjukkan adanya kebutuhan penguatan dalam beberapa aspek, mulai dari manajemen usaha, identitas produk, komunikasi pemasaran, hingga penggunaan media digital untuk promosi.

Pemanfaatan media digital menjadi bagian dari program karena saluran tersebut dapat digunakan anggota untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Namun, program tidak hanya diarahkan pada kemampuan mempromosikan produk di media digital. Penguatan juga dimulai dari pemetaan potensi anggota dan penyusunan dasar model usaha sehingga kegiatan ekonomi dapat berkembang secara lebih terorganisasi.

Pendekatan tersebut menempatkan komunikasi pemasaran sebagai bagian dari pengembangan usaha secara keseluruhan, bukan sekadar kegiatan promosi.

Penurunan Peserta Didik Berdampak pada Pendapatan Organisasi

Pengembangan kegiatan ekonomi produktif juga berkaitan dengan tantangan organisasi dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sosial dan pendidikan.

Selama ini sebagian besar pendanaan organisasi masih bergantung pada amal usaha pendidikan, terutama Taman Kanak-kanak yang dikelola Aisyiyah.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peserta didik mengalami penurunan. Kondisi itu ikut mengurangi pendapatan yang diterima organisasi dari kegiatan pendidikan.

Berkurangnya pendapatan membuat pengurus perlu melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan keberlangsungan operasional.

Salah satunya dilakukan melalui semangat gotong royong dengan menghimpun dana untuk membantu pemberian insentif maupun Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para guru.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan agar organisasi tidak hanya mengandalkan kegiatan pendidikan sebagai sumber pembiayaan.

Pengembangan UMKM berbasis komunitas kemudian dipandang sebagai salah satu langkah untuk mendorong terciptanya aktivitas ekonomi produktif yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh anggota.

Dalam jangka panjang, kegiatan ekonomi tersebut diharapkan dapat ikut memperkuat kemandirian organisasi dalam mendukung program pendidikan maupun sosial yang selama ini dijalankan Aisyiyah.

Universitas Al Azhar Indonesia Susun Program Pemberdayaan

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia bersama Majelis Ekonomi Aisyiyah menyusun program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Program berfokus pada pembentukan UMKM dan penguatan komunikasi pemasaran berdasarkan pemetaan potensi anggota.

Pelaksana program menggunakan pendekatan partisipatif. Artinya, mitra tidak hanya menjadi penerima program, tetapi terlibat sejak tahap awal dalam mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan.

Keterlibatan tersebut dilanjutkan pada tahap penyusunan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, hingga pendampingan implementasi program.

Model partisipatif digunakan agar kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki anggota Aisyiyah.

Pendekatan tersebut juga diarahkan agar pengembangan kapasitas tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi dapat memperkuat kelembagaan ekonomi organisasi.

Program Dimulai dari Pemetaan Potensi Anggota

aisyiyah-kayu-putih-perkuat-umkm-pemasaran-digital

Pelaksanaan program disusun dalam sejumlah tahapan

Kegiatan diawali melalui sosialisasi program kepada mitra. Setelah itu, tim melakukan pemetaan potensi anggota untuk mengetahui keterampilan, minat, dan peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Pemetaan menjadi tahap penting karena kondisi masing-masing anggota berbeda. Sebagian sudah mempunyai kemampuan menghasilkan produk rumahan, sedangkan sebagian lainnya baru memiliki ketertarikan untuk memulai usaha.

Setelah pemetaan, anggota mengikuti pelatihan dasar komunikasi pemasaran. Materi ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam menyampaikan informasi mengenai produk kepada calon konsumen.

Program kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Lean Canvas sebagai model bisnis sederhana. Lean Canvas digunakan untuk membantu anggota menyusun gambaran dasar bisnis secara lebih sistematis.

Dengan langkah tersebut, anggota tidak hanya berfokus pada produksi barang, tetapi juga mulai memahami bagaimana kegiatan usaha dapat direncanakan dan dikembangkan.

Tahap berikutnya mencakup penguatan identitas produk

Identitas produk menjadi bagian penting karena hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa kelompok belum memiliki identitas usaha bersama yang terorganisasi.

Program juga memberikan pelatihan pembuatan konten promosi agar anggota dapat meningkatkan kemampuan dalam mengkomunikasikan produknya kepada masyarakat.

Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan melalui pendampingan implementasi dan evaluasi program. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

Komunikasi Pemasaran Jadi Bagian Penguatan UMKM

Penguatan komunikasi pemasaran menjadi salah satu komponen utama karena kemampuan menghasilkan produk belum cukup apabila pelaku usaha kesulitan memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Sebelumnya, pemasaran anggota masih dominan melalui jaringan personal. Karena itu, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam mengenalkan produk melalui pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur.

aisyiyah-kayu-putih-perkuat-umkm-pemasaran-digital

Penguatan identitas produk juga dihubungkan dengan strategi komunikasi pemasaran. Produk yang mempunyai identitas lebih jelas dapat lebih mudah diperkenalkan kepada masyarakat dibandingkan produk yang belum mempunyai pengemasan komunikasi dan identitas usaha yang terstruktur.

Di sisi lain, pemanfaatan media digital diharapkan membuka ruang promosi yang lebih luas bagi kegiatan usaha anggota. Media digital dapat menjadi tambahan saluran pemasaran selain pola promosi melalui jaringan pertemanan yang selama ini sudah berjalan.

Dengan demikian, program tidak menghilangkan jaringan sosial yang telah dimiliki anggota, tetapi memperluas pilihan saluran komunikasi pemasaran.

UMKM Komunitas Diharapkan Lebih Terorganisasi

Tujuan utama program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas anggota Aisyiyah dalam mengembangkan usaha sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Program juga diarahkan untuk membantu pembentukan UMKM komunitas yang lebih terorganisasi. Selain meningkatkan kemampuan mengelola kegiatan usaha, anggota diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai komunikasi pemasaran, identitas produk, dan penggunaan media digital.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem usaha yang tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Melalui kelembagaan ekonomi yang lebih terstruktur, potensi anggota dapat dikelola secara bersama dan dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

Dalam jangka panjang, program diharapkan dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Kemandirian tersebut dibutuhkan agar kegiatan pendidikan dan sosial yang menjadi bagian dari aktivitas Aisyiyah dapat memperoleh dukungan ekonomi yang lebih beragam.

Dengan adanya diversifikasi kegiatan ekonomi, organisasi memiliki peluang untuk mengembangkan sumber pendapatan di luar amal usaha pendidikan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama.

Pemberdayaan Perempuan Mendukung Agenda SDGs

Program penguatan UMKM Aisyiyah Kayu Putih juga dikaitkan dengan agenda pembangunan nasional dan global. Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi perempuan.

Peningkatan kemampuan anggota untuk mengembangkan usaha menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas ekonomi perempuan di tingkat komunitas.

Program juga berkontribusi terhadap Tujuan 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Pengembangan usaha berbasis keterampilan anggota dapat membuka ruang bagi munculnya aktivitas ekonomi produktif yang lebih terstruktur.

Selain itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat juga berkaitan dengan Tujuan 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dalam program ini, Universitas Al Azhar Indonesia dan Aisyiyah bekerja sama sejak proses identifikasi kebutuhan hingga tahapan pendampingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan program pemberdayaan yang dapat diterapkan berdasarkan kondisi mitra.

Sejalan dengan Penguatan Ekonomi Kreatif dan UMKM

Selain SDGs, program pemberdayaan ini juga selaras dengan arah Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045. RIRN mendorong penguatan daya saing masyarakat melalui sejumlah pendekatan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif, inovasi sosial, dan pemberdayaan UMKM berdasarkan potensi lokal.

Program yang dijalankan bersama Aisyiyah Ranting Kayu Putih menggunakan potensi anggota sebagai dasar dalam pengembangan kegiatan ekonomi.

Karena itu, proses pemetaan menjadi bagian penting sebelum menentukan model usaha maupun strategi komunikasi pemasaran yang akan digunakan.

Program juga memadukan aspek pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan komunikasi. Pengembangan produk tidak berdiri sendiri, tetapi dilengkapi dengan kemampuan membangun identitas, menyusun model bisnis sederhana, membuat konten promosi, serta memanfaatkan media digital.

Kemandirian Ekonomi untuk Mendukung Program Sosial

aisyiyah-kayu-putih-naik-kelas-umkm-pemasaran-digital

Pengembangan kegiatan ekonomi produktif menjadi salah satu langkah Aisyiyah Ranting Kayu Putih untuk memperluas potensi pemberdayaan anggota.

Modal sosial yang selama ini terbentuk melalui kegiatan organisasi menjadi dasar untuk membangun usaha berbasis komunitas. Pengalaman Majelis Ekonomi dalam menjalankan kegiatan simpan pinjam tanpa bunga juga menjadi salah satu bentuk pengalaman awal organisasi di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program bersama Universitas Al Azhar Indonesia, pengalaman tersebut dikembangkan ke arah penguatan kegiatan usaha produktif.

Tahapan yang dimulai dari pemetaan potensi, penyusunan model bisnis, penguatan identitas produk, komunikasi pemasaran hingga pemanfaatan media digital diharapkan dapat membentuk sistem usaha yang lebih terorganisasi.

Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi mencari alternatif sumber pendapatan setelah penurunan jumlah peserta didik memengaruhi pemasukan dari amal usaha pendidikan.

Pengembangan UMKM komunitas Aisyiyah pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi anggota sekaligus mendukung keberlanjutan organisasi.

Program pemberdayaan ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dapat diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi berbasis kebutuhan komunitas.

Pembaca dapat terus mengikuti perkembangan program pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan pemasaran digital untuk memperoleh informasi terbaru mengenai berbagai upaya penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Article ad after last paragraph