Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Tim PKM Unimed Dampingi UMKM Tahu Yuli Binjai Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Tim PKM Unimed mendampingi UMKM Tahu Yuli di Binjai untuk digitalisasi pengelolaan bisnis, akuntansi sederhana, dan kewirausahaan. Tingkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BINJAI – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan pendampingan terhadap UMKM Tahu Yuli di Kelurahan Suka Maju, Binjai, dengan fokus pada digitalisasi bisnis, kewirausahaan, dan akuntansi sederhana guna meningkatkan efisiensi usaha, Rabu (29/7/2026).

Program ini diketuai oleh Dr. Sri Rezeki, S.E., M.Si., bersama anggota tim Andri Zainal, S.E., M.Si., Ak., Ph.D., dan Tapi Rumondang Sari Siregar, S.E., M.Acc. Tim PKM memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan, akuntansi manajemen, dan pengendalian biaya.

Kegiatan ini diikuti oleh Yuliana sebagai pemilik UMKM Tahu Yuli beserta seluruh pekerjanya, serta lima mahasiswa program studi manajemen Fakultas Ekonomi Unimed. Pendampingan turut dibantu oleh Savitri Rahmadany, S.Pd., M.Li. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed.

Tim PKM memulai dengan memetakan kondisi usaha mitra, meliputi proses produksi, penggunaan bahan baku, biaya operasional, dan jumlah produksi. Mereka juga menganalisis harga jual, pola pencatatan keuangan, serta sistem pemasaran yang diterapkan UMKM.

Article ad in the middle of article

Data hasil pemetaan digunakan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan dan penentuan bentuk pendampingan yang sesuai dengan karakteristik UMKM Tahu Yuli.

Salah satu permasalahan utama adalah pencatatan keuangan usaha yang belum terstruktur dan masih manual, bahkan bercampur dengan keuangan rumah tangga. Kondisi ini membuat pemilik kesulitan mengetahui keuntungan usaha yang sebenarnya.

Untuk mengatasinya, tim memberikan pelatihan akuntansi sederhana mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelompokan biaya produksi, serta penyusunan laporan laba rugi. Mitra juga didampingi dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) untuk menentukan harga jual yang lebih rasional.

Selain aspek keuangan, tim PKM Unimed memberikan penguatan kewirausahaan kepada pemilik dan pekerja UMKM. Materi pelatihan meliputi perencanaan usaha, pengendalian biaya, pengelolaan operasional, identifikasi peluang dan risiko, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Digitalisasi pengelolaan usaha menjadi bagian penting melalui pengenalan buku kerja digital atau spreadsheet sederhana untuk mencatat data harian. Sistem ini dibuat mudah diakses melalui telepon pintar atau komputer untuk penyimpanan data yang rapi dan berkelanjutan.

Di bidang pemasaran, tim memperkenalkan penggunaan aplikasi pesan instan, katalog digital, dan media sosial sebagai sarana promosi. Mitra didampingi dalam menyiapkan informasi produk, foto, harga, dan kontak pemesanan agar dapat dibagikan luas.

Selama kegiatan, pemilik dan pekerja UMKM aktif berdiskusi, simulasi, serta praktik pencatatan. Mereka juga menyampaikan kendala terkait perubahan harga bahan baku, pengelolaan biaya, penentuan harga jual, dan keterbatasan pemasaran.

Melalui program pendampingan ini, UMKM Tahu Yuli diharapkan mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan dan produksi secara rutin, menghitung HPP secara mandiri, serta memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Pemanfaatan media digital juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran mereka.

Kegiatan PKM ini menunjukkan komitmen Unimed dalam mendukung penguatan UMKM melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang sederhana dan terjangkau. Kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan mendorong pengelolaan UMKM yang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan.

Article ad after last paragraph