HARIANEXPRESS – Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah sukses menyelenggarakan puncak Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall, Medan. Acara ini ditandai dengan penandatanganan kontrak perdagangan dan business matching pembiayaan, berlangsung sejak Januari hingga Juli 2026, Rabu( 29/7/2026).
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, bersama Gubernur Sumatera Utara, M. Afif Bobby Nasution, dan Kepala Perwakilan BI Sumut, Ameriza M. Moesa. Momentum ini menegaskan komitmen bersama untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan, mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global.
Mengusung semangat penguatan ekosistem UMKM yang berdaya saing, KKSU 2026 menghadirkan lebih dari 300 UMKM unggulan dari berbagai wilayah Sumatera. Penyelenggaraan ini merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Beragam program telah diselenggarakan untuk memperluas promosi dan akses pasar UMKM. Kegiatan tersebut mencakup Sumatra Coffee Journey sebagai etalase kopi internasional, Medan Fashion Trend menampilkan kolaborasi fesyen wastra nusantara, serta Pameran Kuliner Khas Sumatera Utara.
“Melalui KKSU, Bank Indonesia menjalankan tiga strategi utama dalam pengembangan UMKM, yaitu mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas melalui kebijakan likuiditas makroprudensial, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan termasuk MANGULOSI, serta memperluas digitalisasi pembayaran untuk memperkuat efisiensi transaksi dan inklusi keuangan,” ujar Thomas A.M. Djiwandono (Deputi Gubernur Bank Indonesia) .
Thomas juga menyampaikan bahwa penguatan produk UMKM lokal memiliki peran strategis. Hal ini penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
“Kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi produk-produk unggulan daerah melalui berbagai event strategis. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Sumatera Utara,” ujar M. Afif Bobby Nasution (Gubernur Sumatera Utara).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa KKSU telah berkembang menjadi platform strategis. Ini mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai mitra usaha, lembaga keuangan, komunitas, asosiasi, dan pembeli potensial.
“KKSU bukan sekadar ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat sinergi antara pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM Sumatera Utara semakin naik kelas di pasar nasional maupun global,” ungkap Ameriza M. Moesa.
Rangkaian kegiatan KKSU 2026 berlangsung dari 15 Juli hingga 26 Juli 2026, mencatat capaian signifikan. Business matching perdagangan berhasil dibukukan sebesar Rp83 miliar antara UMKM dengan pembeli global, agregator, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Selain itu, komitmen pembiayaan UMKM terealisasi Rp22 miliar, yang berasal dari perbankan dan lembaga keuangan nonbank. Pembukaan KKSU 2026 turut dimeriahkan peragaan busana karya desainer Gregorius Vici dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), mengangkat wastra khas Sumatera Utara dalam balutan desain modern sebagai upaya penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.


