Kamis, 10 September 2026
Hot

MRTJ Dorong Ekonomi Inklusif Lewat Penataan Ruang

PT MRT Jakarta mengembangkan pendekatan placemaking untuk mendorong aktivitas perekonomian inklusif dan memberdayakan UMKM di kawasan stasiun.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan pendekatan penataan ruang publik atau placemaking development guna menggerakkan perekonomian inklusif di sekitar stasiun, Rabu ( 9/9/2026).

Division Head Business Planning and Expansion Division MRTJ, Samuel Ryan Pradipta, menjelaskan bahwa langkah tersebut berfokus pada perancangan ruang ketiga berkualitas dengan menekankan penciptaan sense of place. Pendekatan ini diungkapkannya dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta.

“Yaitu tempat yang hidup, inklusif, dan bermakna dengan berbagai aktivitas di dalamnya, serta pelibatan masyarakat dan bisnis lokal, tidak hanya sekadar pembangunan fisik atau infrastruktur,” ujar Samuel.

Article ad in the middle of article

Strategi tersebut sejalan dengan pilar bisnis MRTJ sebagai city regenerator yang mengaktifkan kembali simpul-simpul ekonomi perkotaan. Sebagai contoh, kawasan Blok M kini bertransformasi menjadi pusat kuliner kekinian yang bernilai nostalgia bagi masyarakat.

“City regenerator ini sebetulnya menghidupkan lagi simpul-simpul ekonomi yang ada di kota, khususnya kota tercinta kita di Jakarta,” ujar Samuel.

Transformasi kawasan tersebut turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang kini telah bergabung sebagai tenant di fasilitas MRT. Peningkatan jumlah UMKM ini diyakini mampu mendongkrak pendapatan daerah DKI Jakarta.

“Selain itu nyaman untuk siapa pun, dan yang paling penting sebetulnya ekonominya jadi tumbuh. Di situ, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)-nya bisa berkembang. Sekarang UMKM yang menjadi tenant MRT sudah hampir 500,” ujar Samuel.

“Kami senang juga bisa bekerja sama dengan UMKM karena kalau belanjanya banyak di UMKM, UMKM yang tumbuh, pada ujungnya nanti pendapatan daerahnya di DKI Jakarta juga meningkat,” ujar Samuel.

Konsep placemaking ini dirancang agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan kolektif terhadap fasilitas publik di sekitar jalur transportasi. Hal tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan terintegrasi.

“Sebetulnya, kata kuncinya adalah inklusif, dan yang paling penting konsep placemaking ini adalah melibatkan masyarakat dan bisnis lokal,” kata Samuel.

“Jadi kita siapkan tempat, lalu masyarakat melibatkan, termasuk komunitas-komunitas atau bisnis juga dirangkul untuk membuat suatu kawasan ini hidup,” kata Samuel .

Aspek penting lainnya dalam pengembangan kawasan meliputi keterhubungan akses transportasi, kenyamanan, keamanan, serta penciptaan ruang interaksi sosial. Seluruh elemen tersebut dihadirkan untuk menarik kunjungan komunitas secara berkelanjutan.

“Karena justru ini yang akan menghidupkan semua dari kawasannya. Kalau orang sudah nyaman di situ, bisa berkumpul sama komunitasnya di sana, bertemu teman, janjian, dan lain-lain, itu baru memenuhi konsep dari placemaking,” kata Samuel .

Article ad after last paragraph