Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

SmartPOS Bantu Perempuan UMKM IPEMI Bojongsari Depok Kelola Usaha Lebih Tertib

Tim Pengabdian Masyarakat UNJ memberikan pelatihan SmartPOS UMKM kepada perempuan pelaku usaha IPEMI PC Bojongsari Depok pada 30 Juli 2026 untuk pengelolaan bisnis yang lebih tertib dan efisien.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, DEPOK – Pengelolaan stok, pencatatan transaksi, hingga perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP masih menjadi bagian penting yang perlu diperkuat dalam pengelolaan UMKM.

Untuk membantu pelaku usaha memahami aspek tersebut secara lebih praktis, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perempuan pelaku UMKM yang tergabung dalam IPEMI PC Bojongsari Depok pada 30 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan SmartPOS UMKM, aplikasi berbasis smartphone yang dapat digunakan untuk membantu mencatat transaksi, mengelola persediaan, mencatat produk, serta menyimpan informasi usaha secara lebih terstruktur.

Program juga memberikan penguatan mengenai pengelolaan biaya produksi, perhitungan HPP, dan pemasaran digital melalui media sosial serta marketplace.

Article ad in the middle of article

Belajar Kelola Usaha dari Smartphone

Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik langsung.

Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai teknologi, tetapi juga mencoba penggunaan SmartPOS UMKM melalui perangkat smartphone masing-masing.

Mereka mempraktikkan pencatatan barang masuk dan keluar, transaksi penjualan, informasi produk, serta data usaha yang diperlukan dalam aktivitas sehari-hari.

Pendekatan ini dilakukan karena setiap UMKM memiliki kebutuhan yang berbeda.

Jenis produk, jumlah transaksi, pola persediaan, hingga cara pencatatan dapat berbeda antara satu usaha dengan usaha lainnya.

Tim pendamping memberikan ruang kepada peserta untuk mencoba aplikasi sekaligus menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi usaha masing-masing.

Windy Permata Suyono, S.Ak., M.Ak., dari Tim PKM Universitas Negeri Jakarta, menjelaskan bahwa teknologi sebaiknya digunakan untuk membantu menyelesaikan kebutuhan nyata pelaku usaha.

“Kami ingin teknologi tidak hanya dikenalkan sebagai aplikasi, tetapi benar-benar digunakan sebagai alat bantu pengelolaan usaha. Karena itu, peserta langsung mencoba dan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan usaha masing-masing,” ujar Windy.

Menurutnya, penggunaan teknologi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan pelaku UMKM setiap hari.

Pencatatan transaksi, stok, dan informasi produk menjadi langkah awal yang dapat membantu pelaku usaha memiliki data bisnis yang lebih tertata.

Stok Lebih Mudah Dipantau

Pengelolaan persediaan menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan.

Bagi pelaku UMKM, informasi mengenai barang masuk dan keluar penting untuk mengetahui kondisi stok.

Pencatatan yang tidak dilakukan secara rutin dapat menyulitkan pemilik usaha ketika perlu mengetahui jumlah barang yang masih tersedia atau menentukan kapan harus menambah persediaan.

Melalui SmartPOS UMKM, peserta belajar mencatat pergerakan barang secara lebih sistematis.

Pencatatan tersebut dapat membantu pelaku usaha melihat aktivitas persediaan berdasarkan data yang mereka masukkan.

Meski demikian, penggunaan aplikasi tetap membutuhkan kedisiplinan.

Teknologi hanya dapat membantu ketika pelaku usaha melakukan pencatatan secara konsisten sesuai dengan transaksi dan pergerakan barang yang sebenarnya.

Pahami Biaya Produksi dan HPP

Selain persediaan, peserta juga mendapatkan materi mengenai biaya produksi dan HPP.

Pemahaman HPP penting karena berkaitan langsung dengan penentuan harga jual.

Pelaku usaha perlu mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Komponen tersebut dapat mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja, hingga biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi.

Dengan pencatatan biaya yang lebih jelas, pelaku UMKM mempunyai dasar yang lebih terukur dalam menentukan harga.

Penghitungan HPP juga membantu pemilik usaha membedakan antara omzet penjualan dan hasil usaha setelah memperhitungkan biaya.

Bagi UMKM yang masih menggunakan pencatatan sederhana, penguatan pemahaman tersebut menjadi langkah penting untuk membangun pengelolaan bisnis yang lebih tertib.

Pemasaran Digital Tetap Diperkuat

Pelatihan tidak hanya membahas pengelolaan internal usaha.

Peserta juga memperoleh materi mengenai pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.

Materi tersebut diberikan sebagai bagian terpisah dari penggunaan SmartPOS UMKM.

SmartPOS digunakan untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan usaha. Sementara itu, media sosial dan marketplace digunakan untuk membantu promosi serta memperkenalkan produk kepada konsumen.

Pendekatan ini memberikan pemahaman bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan pemasaran.

Pelaku usaha juga perlu memperkuat sistem pengelolaan internal agar peningkatan penjualan dapat diikuti dengan pencatatan transaksi dan pengelolaan persediaan yang baik.

Peserta Rasakan Manfaat Praktik Langsung

Bagi peserta, metode praktik langsung membuat teknologi lebih mudah dipahami.

Wita dari UMKM Nasi Berkat menilai pelatihan membantu dirinya memahami pencatatan usaha dengan lebih teratur.

“Pelatihan ini membantu saya memahami bahwa pencatatan barang dan transaksi bisa dilakukan lebih teratur melalui telepon genggam. Setelah mencoba langsung, saya menjadi lebih memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu pengelolaan usaha sehari-hari,” ujar Wita.

Hal serupa disampaikan Novia dari UMKM Warbay.

“Praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami karena kami tidak hanya melihat penjelasan, tetapi langsung mencoba aplikasinya. Ini membantu kami mengenali cara pencatatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha,” kata Novia.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM membutuhkan proses pembelajaran yang dekat dengan aktivitas usaha.

Teknologi menjadi lebih mudah dipahami ketika peserta dapat langsung melihat fungsi dan cara penggunaannya dalam konteks bisnis masing-masing.

Digitalisasi Tidak Harus Rumit

Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat dimulai dari kebutuhan yang sederhana.

Pelaku usaha tidak harus langsung menggunakan sistem yang kompleks.

Pencatatan stok, transaksi, produk, biaya produksi, dan informasi bisnis melalui perangkat yang sudah digunakan sehari-hari dapat menjadi langkah awal.

Smartphone menjadi salah satu perangkat yang relatif dekat dengan aktivitas pelaku usaha.

Pemanfaatannya untuk pencatatan bisnis dapat membantu UMKM mulai beradaptasi dengan pengelolaan berbasis digital secara bertahap.

Pendekatan tersebut juga penting karena kesiapan digital setiap UMKM berbeda.

Teknologi perlu mengikuti kebutuhan usaha, bukan sebaliknya.

Dievaluasi melalui Pre-test dan Post-test

Tim pelaksana melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Pre-test digunakan untuk mengetahui pemahaman awal peserta sebelum mengikuti pelatihan.

Setelah materi dan praktik selesai, peserta mengikuti post-test untuk melihat perubahan pemahaman.

Tim juga melanjutkan kegiatan dengan monitoring terbatas terhadap UMKM mitra terpilih.

Pemantauan diarahkan pada penerapan pengelolaan persediaan dan penggunaan teknologi dalam aktivitas usaha.

Langkah tersebut dilakukan agar pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi.

Tim dapat melihat bagaimana pengetahuan yang diberikan mulai diterapkan setelah kegiatan berlangsung.

Kolaborasi Bersama IPEMI

Kegiatan melibatkan perempuan pelaku UMKM yang tergabung dalam IPEMI PC Bojongsari Depok.

Dukungan diberikan oleh jajaran IPEMI PD Depok, termasuk Hj. Rosmawary Ismail, S.Psi., Ketua IPEMI PD Depok, serta Nurita Aprilia Dewi, CET, sNLP, Bendahara IPEMI PD Depok.

Dari IPEMI PC Bojongsari Depok, kegiatan didukung Hidayah Rima Yurnawati, S.E., selaku Ketua, bersama Wulan Rahayu, Vera Purwanti, S.M., Diah Murwati, S.Hum., AWP, Rina Mariana, A.Md., Siti Cholisoh, serta seluruh anggota IPEMI PC Bojongsari yang terlibat.

Tim dosen Universitas Negeri Jakarta terdiri atas Windy Permata Suyono, S.Ak., M.Ak.; Eka Septariana Puspa, S.E., M.Ak., Ak., CA; Surya Anugrah, S.E., M.Ak.; Khansha Sindra Irfani, S.Ak., M.Ak.; dan Fildzah Shabrina, S.Pd., M.Kom.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Irima Rahmadani, Ahmad Pandu Haikal, Nazwa Febriyani, dan Muhammad Fazri.

Dorong UMKM Lebih Tertib dan Siap Digital

Pelatihan dan pendampingan SmartPOS UMKM menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha membangun pengelolaan bisnis yang lebih terstruktur.

Transformasi digital dalam konteks UMKM tidak hanya berbicara mengenai promosi daring.

Digitalisasi juga berkaitan dengan kemampuan mencatat transaksi, mengelola stok, memahami biaya produksi, menghitung HPP, serta menyimpan informasi usaha dengan lebih tertib.

Ketika data usaha tersedia dan dicatat secara konsisten, pelaku UMKM memiliki dasar yang lebih baik untuk mengevaluasi kegiatan bisnisnya.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari DPPM melalui Hibah Dikti Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula, Tahun Anggaran 2026.

Melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan, perempuan pelaku UMKM IPEMI PC Bojongsari Depok diharapkan dapat semakin terbiasa menggunakan teknologi berdasarkan kebutuhan usahanya.

Langkah kecil seperti mencatat transaksi dan persediaan secara teratur dapat menjadi bagian penting dalam membangun UMKM yang lebih tertib, adaptif, dan siap berkembang di tengah perubahan lingkungan bisnis digital.

Article ad after last paragraph