Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, ACEH – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp350,2 miliar pada 2026 guna mempercepat pemulihan 113.292 UMKM terdampak bencana di Provinsi Aceh, Senin (7/9/2026).
Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali kegiatan operasional usaha sekaligus memperkuat daya tahan para pelaku usaha pascabencana. Alokasi terbesar senilai Rp340,63 miliar disalurkan melalui Bantuan Presiden untuk Rehabilitasi Usaha Mikro kepada 113.292 pengusaha mikro dengan besaran Rp3 juta per unit usaha.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan untuk pemulihan sarana dan prasarana produksi, tetapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat kembali produktif dan berkembang,” ujar M Makhrisyafrisal.
Kementerian UMKM juga menyediakan dana Rp2,6 miliar untuk pengadaan fasilitas sarana produksi. Dana tersebut digunakan bagi perbaikan satu rumah produksi bersama komoditas nilam serta penyediaan mesin distilasi dan pembuatan bata ringan.
Selain fasilitas fisik, dana senilai Rp4,81 miliar disiapkan untuk program pemberdayaan yang menyasar 5.312 pengusaha dan wirausaha. Program ini mencakup penguatan kapasitas, pendampingan akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga pembuatan laman web khusus UMKM Sumatera Bangkit Bersama.
Fasilitas pendukung lainnya hadir lewat Klinik UMKM Bangkit dengan total biaya Rp2,16 miliar. Pusat layanan ini dibuka di lima wilayah, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
“Data dan usulan dari pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada UMKM yang sesuai dengan kriteria dan kondisi di lapangan,” kata Makhrisyafrisal.
Pemerintah daerah diharapkan segera merampungkan proses pendataan, identifikasi, dan verifikasi pelaku usaha di wilayah masing-masing. Langkah validasi tersebut bertujuan agar seluruh paket bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi faktual para penerima manfaat.


