Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, SIDOARJO – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi untuk menunjang aktivitas masyarakat dan sektor UMKM, Selasa (8/9/2026).
Kebutuhan pasokan energi ramah lingkungan dinilai kian mendesak seiring pesatnya pertambahan penduduk serta laju aktivitas ekonomi di Sidoarjo. Wilayah ini tercatat mencakup 18 kecamatan dan 353 desa atau kelurahan.
“Sidoarjo dikenal sebagai daerah UMKM yang tumbuh dan berkembang sedemikian rupa. Oleh karenanya, kehadiran energi ramah lingkungan menjadi sebuah kebutuhan untuk menunjang pertumbuhan UMKM,” kata Amiq.
Langkah transisi energi ini ditujukan untuk menekan tingkat pencemaran udara yang dipicu emisi kendaraan bermotor. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat mengatasi praktik pemanfaatan bahan bakar tidak ramah lingkungan, termasuk pembakaran limbah plastik.
“Kita cintai negeri kita, kita cintai generasi kita dengan berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan penyediaan energi gas bumi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Pertumbuhan area permukiman, sektor manufaktur, serta unit usaha kecil di Sidoarjo menghadirkan potensi serapan gas bumi yang cukup luas. Gas bumi diposisikan sebagai alternatif bahan bakar yang praktis untuk berbagai kebutuhan operasional.
“Gas bumi dapat hadir sebagai energi yang aman, efisien dan ramah lingkungan,” katanya.
Guna mengenalkan keunggulan energi tersebut, PGN menggelar rangkaian Program City Gas Tour 2026 kepada publik. Kegiatan sosialisasi ini diselipkan pada agenda Car Free Day lewat aksi jalan santai, pembersihan sampah, dan sesi edukasi keselamatan.
PGN turut memperkenalkan produk GasLink berbasis compressed natural gas (CNG) melalui peragaan memasak bagi wilayah yang belum terjangkau pipa distribusi. Pemanfaatan gas bumi tersebut mencakup pemakaian oven, pemanas air, aktivitas memasak, hingga operasional penatu.


