Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Strategi BI Dorong Daya Saing UMKM di Pasar Dunia

Bank Indonesia terus perkuat sektor UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional, dorong perluasan akses pembiayaan di tengah ketidakpastian global untuk tingkatkan daya saing produk lokal.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen perkuat sektor UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional, didukung perluasan akses pembiayaan hadapi ketidakpastian global, Sabtu (25/7/2026).

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan vital dalam perekonomian Indonesia. Mereka berkontribusi signifikan, yakni 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 97 persen tenaga kerja secara nasional.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, BI secara konsisten mendorong strategi penguatan UMKM. Upaya ini diwujudkan melalui perluasan akses pembiayaan, tujuannya untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar dunia.

Berbagai UMKM di penjuru tanah air menunjukkan geliat inovasi dan produksi. Di Kota Binjai, Sumatera Utara, perajin batik motif rambutan tampak giat menyelesaikan produknya pada tanggal 25 Juli 2026, mencerminkan kreativitas lokal.

Article ad in the middle of article

Tidak hanya itu, pada 24 Juli 2026 di Kota Malang, Jawa Timur, pelaku UMKM turut memamerkan aneka produk kerajinan buatannya dalam ajang Malang City Expo. Kekayaan budaya juga terwakili oleh perajin yang menyelesaikan pembuatan tiang soko rumah adat joglo di Desa Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 25 Juli 2026.

Sektor perikanan dan manufaktur dasar turut menjadi bagian dari kekuatan UMKM nasional. Pekerja di sentra pengasapan ikan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sibuk menyiapkan produknya pada 20 Juli 2026.

Di wilayah yang sama, tepatnya di Cepagan, Warungasem, Kabupaten Batang, perajin batu bata juga terus berproduksi pada 25 Juli 2026. Ini menunjukkan vitalitas industri kecil dalam memenuhi kebutuhan lokal.

Dari barat Indonesia, pekerja UMKM Rumah Garam Aceh di Desa Lamtheun, Aceh Besar, pada 24 Juli 2026, mengemas produk garam lokal untuk konsumsi rumah tangga. Keberagaman jenis usaha UMKM ini menjadi cerminan nyata dari potensi ekonomi nasional.

Penguatan UMKM melalui dukungan akses pembiayaan yang lebih luas sangat krusial. Harapannya, langkah ini akan menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berubah.

Upaya Bank Indonesia ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk memastikan UMKM memiliki kapasitas bersaing. Inisiatif ini memungkinkan mereka untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di pasar domestik maupun internasional.

Article ad after last paragraph