Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta pelaku UMKM meningkatkan promosi digital agar produk lokal mampu menyaingi produk asing, Rabu ( 9/9/2026).
Menteri menilai kualitas produk impor tidak selalu lebih unggul dibandingkan dengan buatan dalam negeri. Namun, produk dari luar negeri sering kali mendominasi karena didukung modal besar untuk strategi pemasaran yang masif.
Budi menegaskan bahwa mutu barang tetap menjadi syarat utama bagi pelaku usaha agar bisa memenangkan kompetisi pasar. Kendati demikian, keunggulan kualitas tersebut tidak akan maksimal tanpa adanya kecakapan dalam memasarkan produk kepada masyarakat luas.
“Produk asing itu karena dia pintar promosi. Banyak produk asing karena promosinya bagus, dia bisa menguasai pasar Indonesia,” ujar Budi Santoso.
Pemanfaatan teknologi digital sangat disarankan bagi para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan dan mengenalkan produk mereka. Melalui platform digital, pelaku usaha berkesempatan membuat produk mereka dikenal luas secara cepat hingga viral.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah memperkuat program pengamanan pasar domestik demi memberikan ruang lebih besar bagi komoditas lokal. Sektor ritel modern saat ini dilaporkan telah diisi oleh sekitar 60 persen produk dalam negeri.
“Pasar yang besar ini coba kita isi dengan produk-produk lokal, produk-produk UMKM kita. Syaratnya punya daya saing dan harus pintar jualan,” ujar Budi Santoso.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong optimalisasi pasar domestik dan ekspor untuk berbagai sektor komoditas lain, termasuk industri pet food. Melalui langkah strategis ini, produk lokal diharapkan mampu mendominasi pasar dalam negeri sebelum merambah pasar internasional.


